Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts

Anget-anget Wedang Ronde Pasar Pahing Kediri

Anget-anget Wedang Ronde Pasar Pahing Kediri

Melintas Jalan Cokroaminoto Kota Kediri di Pasar Pahing pada malam hari, Anda akan menemukan banyak pedagang kaki lima dengan berbagai macam jenis dangangan. Salah satunya adalah wedang ronde dan cemoe. 

Namun ternyata sebagian besar penjual adalah bukan orang Kediri adalah. Mereka kebanyakan dari Jawa Tengah. Kenapa sampai orang jawa tengah berjualan ronde di Kediri? Karena gaya hidup orang-orang Kediri bersifat konsumtif dan suka camilan.Selain Ronde ada tempe bacem sebagai hidangan pendamping dan kadang ada sate usus dan sate telur puyuh.

Untuk satu porsi ronde, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp3rb sampai Rp5rb saja. Dan untuk tempe bacem, cukup satu lembar Kapitan Pattimura saja.

Ada perbedaan antara penjual ronde asli Kediri dan Jawa Tengah, walaupun sama-sama menggunakan lampu teplok. Jika pedagang asli Kediri gerobaknya berwarna cerah, dan rata-rata kuning, sementara pedagang dari Jawa Tengah berwarna cokelat. Hidangan ronde dan camilannya ini sangat cocok untuk melawan hawa dingin yang akhir-akhir ini melanda sebagian besar wilayah Indonesia. 

Balungan Pecok, Usir Hawa Dingin Dengan Pedas

Balungan Pecok Usir Hawa Dingin Dengan Pedas

"Balungan" atau tulang-belulang sapi banyak digunakan untuk berbagai hidangan. Meski daging di balungan hanya tersisa sedikit, tetapi ternyata banyak orang yang suka balungan.

Di Kediri, ada menu balungan yang bisa dijadikan referensi kuliner. Adalah BACOK alias balungan pecok. Masakan ini bisa menjadi menu yang menarik untuk mengusir hawa dingin yang sedang melanda Indonesia. Ada banyak pilihan, ada tulang rusuk dan tulang belakang.

Sari Priti Bastiwi, manajer bisnis, mengatakan bisnis itu awalnya tidak disengaja. Dia memang suka dengan balungan sapi, dan tiba-tiba saja muncul ide untuk membisniskannya. Dia kemudian mencoba mencari rekan kerja dan merujuk ke menu yang dimasak panas pedas. Sampai saat itu, ia dan teman-temannya berhasil menemukan paduan bumbu yang yang lezat.



Cara memasak skengkel atau kaki sapi, juga iga. Skengkel atau kaki sapi yang telah dipotong menjadi dua bagian dicuci dan dimasak hingga sekitar tiga jam agar daging matang sempurna. Posisi memasak juga harus dipertimbangkan, karena ada sumsum yang juga merupakan daya tarik utama dari olahan ini.

Bisnis kuliner ini sudah ada sejak Mei 2016. Namun, hidangan ini sangat populer di kalangan banyak orang. Setiap hari, di toko ini tidak pernah sepi pembeli. Banyak yang datang ke toko untuk menikmati hangatnya balungan pedas bersama keluarga dan rekan kerja.



Harga seporsi balungan pedas antara Rp25rb-Rp35rb tergantung pilihan menu dan porsinya. Beberapa pembeli mengatakan rasa ini sangat unik. Rasa segar kuah, dicampur dengan pedas, dipadukan dengan santan yang nikmat. Selain itu, sensasi menghirup sumsum dari dalam skengkel juga enak.

Berminat mengusir hawa dingin dengan balungan pedas? mampir saja langsung ke Jl. Pahlawan Kusuma Bangsa No.27, Banjaran, Kec. Kota Kediri, Kediri, Jawa Timur 64129. Dekat Taman Makam Pahlawan. 

Dung...Du...Du...Du, Du...Du...Du...Dung, Bubur Ayam Mang Dudung

Dung Du Du Du, Du Du Du Dung, Bubur Ayam Mang Dudung

Kelaparan tengah malam di Surabaya? Bikin santai aja. Ada banyak pilihan makanan enak. Bubur Ayam Mang Dudung adalah salah satu dari sekian banyak kuliner tengah malam yang siap memanjakan perut warga Surabaya atau para wisatawan.

Bubur Ayam Mang Dudung di Surabaya memang unik. Biasanya, bubur ayam adalah hidangan yang dimakan di pagi hari. Namun, lain halnya dengan bubur ayam yang lezat ini. Gerai bubur sederhana ini buka hanya pada tengah malam. Meski begitu, suasana di tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Pertama kali pengunjung di sini akan dibuat kagum oleh orang banyak. Bahkan, tidak sedikit yang menyebut suasana ramai di warung pinggir jalan ini seperti kamp pengungsian. Semua orang datang ke tempat ini karena tertarik dengan kelezatan semangkuk bubur ayam.

Sama seperti warung pinggir jalan lainnya, di sini Anda tidak akan mendapatkan layanan khusus. Hanya ada jumlah kursi yang terbatas. Kebanyakan, pengunjung yang datang ke pedagang kaki lima ini memilih untuk makan bubur di trotoar.

Bubur ayam yang bisa didapat akan dijamin kelezatannya. Apalagi jika bubur yang dicicipi adalah Bubur Ayam Mang Dudung Spesyel. Bubur ini memiliki tekstur encer dengan berbagai toping, termasuk di antaranya adalah telur mentah, abon daging, bawang goreng, dan ayam dan jerohan.

Sebagai teman makan bubur ayam, para pengunjung juga bisa mendapatkan camilan lainnya. Camilan ini antara lain telur burung puyuh, usus ayam, dan lainnya. Untuk harganya, harganya murah. bubur ayam biasa, tanpa ayam jerohan, dipatok dengan Rp10 ribu. Sementara untuk bubur ayam spesial, bisa dinikmati dengan uang Rp15 ribu.

Bubur Ayam Mang Dudung memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah ditemukan. Bubur ini terletak di daerah Kedungdoro. Cara menemukannya gampang, warung ini adalah warung pinggir jalan. Ada spanduk besar bertuliskan nama kios. Yang paling penting, tempat ini selalu ramai pengunjung.

Paradise Bar, Romantisme Sunset Di Labuan Bajo

Paradise Bar, Romantisme Sunset Di Labuan Bajo

Terletak di Jalan Binongko, Labuan Bajo, Paradise Bar tak pernah sepi pengunjung, apalagi di sore menjelang matahari terbenam. View yang menghadap ke barat, langsung menuju selat komodo dan menghadap matahari terbenam membuat Bar ini menjadi tempat favorit wisatawan menikmati sunset. 

Dari Paradise Bar terlihat keindahan matahari yang terbenam di balik bukit-bukit yang mengelilinginya. Sementara warnanya jingga keemasan berpendar di antara perahu-perahu yang bersandar di dermaga.
Sajian olahan seafood dan ikan bakar selalu siap menemani sunset Japulers. Tak hanya olahan laut, namun hidangan eropa siap juga memanjakan lidah Japulers. Harganya pun cukup terjangkau. Tak lupa, owner Paradise Bar menyiapkan live music bagi para pengunjung yang ingin menghabiskan malam disini. 

Pekalongan, Sego Megono sampai Kopi Tahlil


Sarapan Sego Megono dan Mencecap Kopi Tahlil

Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terletak di jalur pantai utara jawa. Bergelar Kota Batik, perekonomian Pekalongan tak hanya berpangku pada produksi batik saja. Dalam bidang perikanan, Kota Pekalongan memiliki sebuah pelabuhan perikanan terbesar di Pulau JawaPelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain itu di Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asinterasi, sarden, dan kerupuk ikan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga.

Sego Megono

Melewati Kota Pekalongan tak afdol jika tidak mampir untuk mencicipi kuliner terkenal di kota ini, Sego Megono. Sego megono ialah kuliner ciri khas Pekalongan. Parutan kelapa dicampur cincangan nangka muda yang disajikan di atas nasi hangat bersanding dengan tempe kemul alias tempe mendoan berukuran besar. 

Berbeda dengan tempe mendoan pada yang kita kenal luas, tempe kemul digoreng namun tidak sampai kering. Masih nyemek-nyemek adonan tepung yang membuat tempe terasa sedikit lembek. Tempe kemul dengan aroma bawang putih, nasi putih yang masih hangat, dan megono yang gurih tentu menjadi perpaduan menu yang nikmat untuk mengisi perut yang kosong. 

Soto Tauto




Indonesia memiliki ratusan jenis hidangan soto, dan pekalongan punya Tauto. Beda Soto Tauto dengan soto pada umumnya adalah bumbu berupa saus tauco yang ditumis dan dicampur dengan berbagai bumbu lain. 

Inilah mengapa, kuah Tauto Pekalongan tidak bening atau semu kuning seperti soto daerah lain. Keunikan ini yang membuat Tauto dikenal orang. Tidak heran jika Soto Tauto menjadi salah satu kuliner wajib selain Sego Megono, yang harus dicoba saat sedang wisata kuliner di Kota Batik.

Kopi Tahlil

Berawal dari kopi yang disuguhkan saat ada acara tahlil, atau peringatan kematian seseorang, Kopi Tahlil di jual pada awal 2002 oleh Pak Usman. Racikan kopi biasa yang di tambahkan rempah-rempah menambah citarasanya. 

Rasa jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, wangi pandan, sereh, dan pala terasa harum dan hangat di tenggorokan. Wangi-wangian rempah inilah membuat kita segar dan melek selain kafein dari kopinya sendiri. Itulah kopi rempah, alias kopi Tahlil.

Bagaimana? Tertarik mampir ke Pekalongan? Perjalanan balik ke ibukota nanti mampir ya ke Pekalongan. 

6 Oleh-oleh Khas Kota Malang, Balik Ke Perantauan Harus Bawa Ya

Setelah capek jalan-jalan ke Gunung Bromo dan menyantap Orem-Orem Khas Arema, perjalanan travelers belum lengkap tanpa membawa oleh-oleh Khas Kota Malang
Baca Gunung Bromo, Pagi, Kopi, Glondongan dan Seruni
Ada banyak ragam oleh-oleh yang ada di Kota Malang. Travelers bisa memilih beberapa diantaranya.

1. Apel Malang

Mendengar Malang tak akan jauh dari Apel Malang, jangan sampai Anda lewatkan membawa buah tangan yang satu ini saat pulang berlibur. Ada dua jenis apel yang dibudidayakan di Malang, yaitu apel manalagi yang berbentuk membulat serta berwarna hijau dan rasanya manis segar, yang lain adalah Apel Ana yang berbentuk lonjong dengan semburat merah cantik namun rasanya sedikit asam.

Buah apel ini sangat mudah ditemui di Malang, terdapat banyak kawasan agrowisata serta penjaja apel di pinggir jalan maupun pusat oleh-oleh khas Malang bisa Anda dapatkan.

2. Keripik Buah


Malang terkenal dengan karunia tanah yang subur, untuk itu mayoritas orang asli Malang yang berprofesi sebagai petani. Hasil pertanian tidak semua langsung dijual, ada sebagian yang diolah terlebih dahulu hingga menjadi Oleh-oleh Khas Kota Malang seperti keripik buah. Makanan ini cocok untuk dibawa sebagai oleh oleh, selain harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak, keripik buah ini mampu bertahan dalam waktu yang tidak singkat.

3. Keripik Tempe

Kampung Sanan merupakan sentra keripik tempe dan camilan. Keripik tempe malang mempunyai ciri khas berbentuk bulat. Sudah ada sejak dulu dan sebelum ada keripik buah. Seiring perkembangan zaman, keripik tempe olahan memiliki berbagai rasa, seperti original, keju, pedas, jagung manis dan lain-lain. 
Baca 8 Kuliner Legendaris Kota Malang, Kera Ngalam Kudu Eroh

4. Pia Mangkok


Jogja boleh punya bakpia patok, tapi malang punya Pia Mangkok. Pia Cap Mangkok ini terkenal di kalangan para travelers yang berkunjung ke Malang. Apalagi, pia ini sudah turun temurun ada sejak tahun 1959. Tekstur luar pia ini tetap krispi meskipun sudah tak lagi hangat disajikan. Juga rasa manis dan legitnya semakin memanjakan lidah bagi para penyuka jajanan manis.

5. Bakpao Telo (Bakpau Ubi)


Namanya catchy didengar, Bakpao Telo. Jika bakpao pada umumnya berbahan dasar tepung terigu, namun berbeda dengan bakpao satu ini yang hanya kamu temukan di Malang. Bakpo Telo adalah salah satu makanan unik khas Kota Malang yang di bisa kamu temukan di pusat oleh-oleh Repoeblik Telo. Warnanya ungu-ungu unyu gitu, dengan rasa manis yang memanjakan lidah. Repoeblik Telo tak hanya menjual Bakpo Telo, tapi segala olahan dari Telo. 

6. Malang Strudel

Oleh-oleh milik artis Teuku Wisnu ini cukup populer dikalangan travelers yang mengunjungi ke Malang. Produk olahan pastry yang berisi buah-buahan ini mudah dibawa dan lumayan awet dan dengah harga yang relatif terjangkau. Cek websitenya disini Malang Strudel

Bagaimana? cukup banyak bukan varian Oleh-oleh Khas Kota Malang? Beli yang banyak, dan jangan lupa bagikan ke teman dan sejawat di tempat kerja.

6 Oleh-oleh Khas Kediri, Temen Sekantor Wajib Dibawain Lho

Kediri - Kembali ke perantauan adalah hal paling berat dari siklus mudik. Terkadang membawa oleh-oleh dari kampung halaman bisa sedikit mengobati rasa kangen dikala kembali ke perantauan. Kalau travelers singgah ke Kediri, oleh-oleh ini wajib kalian bawa untuk dibagi-bagi. 

1. Tahu Takwa 

Sebuah kiriman dibagikan oleh galuh ratna elita (@galuhre) pada
Berbeda dari tahu produksi daerah lainnya, tahu takwa khas Kediri memiliki ciri khas tersendiri dengan warna khas Kuning keemasan. Teksturnya yang kenyal dan padat, tidak seperti tahu biasa, yang berrongga ketika di goreng. 

2. Keripik Bekicot


Selain diolah menjadi sate dan krengsengan, bekicot juga diolah menjadi keripik. Keripik bekicot merupakan oleh-oleh favorit selain tahu takwa dan getuk pisang. 
Baca 6 Kuliner Kediri Yang Wajib Dicicipi Saat Mudik, Ada Yang Harganya Rp 6rb lho

3. Getuk Pisang

Gethuk Pisang adalah salah satu makanan khas dari Kediri. Konon gethuk pisang adalah kudapan  warisan turun temurun dari zaman kerajaan.
Berbeda dari olahan gethuk pada umumnya yang terbuat dari singkong, gethuk pisang ini terbuat dari pisang. Pisang yang digunakan pun dipilih jenis pisang raja nangka. Pisang raja nangka dipilih karena memiliki citarasa yang khas, berbeda dengan pisang pada umumnya. Rasa manis-asam yang khas, dan teksturnya yang agak keras membuat jenis pisang ini tidak lembek ketika dikukus.

4. Stik Tahu

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhony Martin (@adhonymartin) pada

Jangan makan Stik Tahu jika kamu punya niat untuk berhenti memakannya. Jangan tanya kenapa, pokoknya jangan!





5. Sambel Tumpang Instan


Pengen makan Sambal Tumpang di rantau, tapi tidak tau cara memasaknya? Sambal Tumpang Instan ini bisa menjadi solusinya. 

6. Krupuk Upil

Sebuah kiriman dibagikan oleh Candra Senja ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ (@thecandrasenja) pada

Weits, namanya aja yang enggak enak, tapi rasanya numero uno. Pada awal dibuatnya kerupuk ini, kerupuk ini dibuat dengan ukuran kecil-kecil, dan rasanya cenderung asin. Rasa asin inilah yang diidentikkan oleh anak-anak desa sebagai upil.

Cara menggorengnya pun tidak menggunakan minyak, tapi dengan pasir yang sudah dibersihkan. Sehat dan non kolesterol bukan.

Jadi, jangan pelit-pelit ya travelers, beliin teman kerja kalian oleh-oleh ya

8 Kuliner Legendaris Kota Malang, Kera Ngalam Kudu Eroh

Kuliner Legendaris Kota Malang

Malang sudah tidak asing lagi di telinga travelers. Pendakian Gunung Semeru, Bermain pasir di Bromo, menyusuri wisata bawah air di Sumber Sirah, atau kemping di Pantai Kondang Merak. Malang memang menjadi surganya para Travelers. 
Romantisme Bromo Dipagi Hari
Tapi semua itu belum cukup kalau kita tidak mampir untuk icip-icip kuliner di Kota Malang. Ada apa aja sih di Kota malang?


1. Es Krim Jaman Belanda di Toko Oen


"Welkom in Toko Oen". Singgah di Kota Malang wajib hukumnya mampir ke Toko Oen. Kelezatan es krimnya yang telah ada sejak 1930 menjadikan tempat kuliner ini melegenda. Hingga kini cita rasa es krimnya masih sama tak ada yang dirubah. Inilah yang menjadikan Toko Oen ini masih bertahan hingga saat ini. Toko Oen ini adalah tempat hangoutnya bangsawan Belanda pada masa lampau. Dan sampai saat ini, Toko Oen yang berlokasi di Jalan Basuki Rachmad (sekitar Alun alun Kotak Malang) ini sering dikunjungi wisatawan mancanegara. Kesan klasik masih terlihat jelas dari asitektur bangunan yang tidak banyak mengalami perubahan. Desain interior dengan pintu dan jendela kaca besar, meja kursi rotan, dan sebuah piano tua yang akan membawa travelers pada suasana jaman Belanda.

2. Bakso "Jokowi" alias Bakso President


Seorang teman dari Jakarta yang mampir ke Bakso President benar-benar mengucapkanya, Bakso Jokowi. Bakso Malang President sudah ada sejak tahun 1977 dan hingga kini selalu ramai dikunjungi para pelanggan. Yang membedakan Bakso President dengan bakso lainnya adalah pada menunya. Bakso President memiliki beberapa variasi pilihan, antara lain bakso besar, bakso kecil, bakso urat, bakso telur, bakso goreng, bakso goreng panjang, bakso tulang muda, bakso goreng udang, siomay basah, siomay goreng, jeroan paru, dan lain-lain. Selain itu, yang paling ditunggu pelanggan Bakso President adalah kereta api lewat. Kenapa? Karena sensasi makan bakso tepat di pinggir rel kereta api membuat adrenalin memuncak akibat kepedesan dan goncangan kereta. 

3. Ronde Titoni


Sudah ada sejak tahun 1948, Ronde Titoni tiada dua. Ronde di warung ini dibagi menjadi 3 menu berbeda. Yaitu Ronde Basah, Ronde Kering, dan Ronde Campur. Sebentar, Ronde Kering? Baru dengar? hehe

Begini penjelasannya. Yang dimaksud ronde basah adalah ronde yang berisi bola-bola tepung ketan diisi kacang tanah lalu disiram dengan kuah jahe hangat. Kalau ronde kering, kuah diganti bubuk kacang, jadi seperti bola-bola gulung gitu. Sedangkan ronde campur adalah ronde kering yang kemudian disiram dengan kuah jahe. 

Pantai Kondang Merak, Malang Selatan 

4. Sate Bunul H. Paino


Satu lagi Kuliner legendaris Malang adalah Sate Bunul H. Paino. Warung sate ini mulai ada sejak 1973 dengan menu spesial sate dan gule kambing. Daging yang empuk serta bebas bau prengus, membuat Sate Bunul H. Paino selalu ramai pembeli. Travelers bisa pesan sate tanpa lemak lho, asik buat yang lagi diet. Lokasinya ada di Jalan Hamid Rusdi Timur Gang 4 No. 315, Blimbing, Malang, sebelah pasar Bunul Tepatnya. Masuk gang sempit. Tapi jangan memandang sebelah mata, pengunjungnya mobil-mobil semua lho. 

5. Warung Lama H. Ridwan

Warung makan satu ini bisa temukan di dalam Pasar Besar Malang tepatnya di lantai dasar. Usaha makanan yang bermula dari pikulan keliling di Pasar Besar Lama ini akhirnya mendiami salah satu los Pasar sejak tahun 1925. Warung Lama Haji Ridwan menyediakan  sajian makanan rumahan yang lezat. Mene andalan disini adalah Sate Komoh. Sate ini adalah sate daging bacem dengan bumbu rempah dan cabai. Selain Sate Komoh, di Warung Haji Ridwan ini juga menyajika menu sate usus yang diberi bumbu bacem.

6. Putu Lanang Celaket

Putu Lanang Celaket sudah dibuka mulai tahun 1935 oleh bu Soepijah. Sampai dengan saat ini warung Putu Lanang Celaket ini masih menjadi favorit banyak orang. Putu Lanang Celaket tak ubahnya kue putu lainnya, terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kelapa. Istilah lanang digunakan untuk membedakan makanan ini dari putu ayu yang memiliki bentuk sangat berbeda.

Saran, untuk menikmati Putu Lanang Celaket, siapkan tenaga lebih dan daya tahan tubuh yang ekstra. Karena travelers harus berbaris antre panjang untuk mendapatkannya.

7. Rawon Rampal

Berdiri sejak tahun 1957, Rawon Rampal hampir tak pernah sepi pengunjung. Rawon racikan sang pendiri, almarhumah Mbah Syari’ah ini memang nomor wahid kelezatannya. Rahasia kelezatan Rawon Rampal adalah cara memasaknya yang masih menggunakan tungku kayu dan arang. Rasa dan aroma  yang di dapat akan jauh berbeda jika dimasak dengan gas elpiji. Bau asap yang khas membuat rawon ini makin sedap. Tentu menjadi keunggulan tersendiri, karena hampir tidak ada yang masih sabar dan teliti menggunakan cara memasak tradisional. Dan bagi penerus Rawon Rampal ini tak lagi sulit meski memasak dengan cara lama. 


8. Orem-Orem Khas Arema


Orem-orem khas Arema sudah berdiri sejak tahun 1995, dulunya mangkal di Jalan Jakarta, dekat pertigaan Jalan Pahlawan Trip dan Jalan Surabaya, tetapi sekarang menempati teras rumah di Jalan Blitar, sekitar 500 meter dari tempat lamanya. Pemiliknya Alex Suprapto mengatakan bahwa resep orem-orem masih sama seperti resep ibunya dulu.

Bagaimana? Tidak perlu bingung kalau travelers sedang berada di Kota Malang. Kuliner Legendaris Kota Malang siap memanjakan lidah travelers. 

6 Kuliner Kediri Yang Wajib Dicicipi Saat Mudik, Ada Yang Harganya Rp 6rb lho



Mudik ke kediri? Jangan lupa ajak seluruh keluarga nyicip kuliner yang rasanya juara. 
Jangan lupa oleh-olehnya, Tahu Kuning dan Getuk Pisang. 
Baca juga Oleh-oleh Khas Kediri

1. Soto Bok Ijo




Terletak di kompleks Terminal Tamanan Kediri, soto ini sudah ada sejak tahun 1969, tak heran jika rasa Soto Bok Ijo sudah menjadi kegemaran turun temurun warga Kediri. Awalnya Soto Bok Ijo merupakan Soto Gerobak di pinggir jalan, tepatnya di Jembatan Hijau, atau orang Kediri menyebutnya Bok (jembatan) Ijo (hijau), yang terletak di sebelah timur Terminal Tamanan. Dari sinilah muncul istilah Soto Bok Ijo. 

Semangkuk soto dihargai cuma Rp6.000,00, dengan topping yang dapat di tambah dan dipilih sendiri, mulai dari kecambah, kubis potong,  atau cabe. Jika ingin tambah lauk, traveler bisa memesan lagi ayam bakar mulai dari dada, paha, ati ampela, sayap, kulit ayam, atau yang paling andalan uritan, semua bisa dipilih dengan harga tak lebih dari Rp20.000,00. 

2. Soto Branggahan


Bagi pemudik yang tujuannya Kediri bagian selatan, atau ke Tulungagung pasti sudah tidak asing lagi dengan Soto Branggahan. 
Berderet di sebelah kanan dan kiri jalan lokasinya yang sangat strategis karena berada di jalur antara Kediri - Tulungagung. Cukup tandai pertigaan besar Ngadiluwih sebagai titik awal, lalu lurus ke selatan sekitar 3 Km lalu anda akan menemukan deretan warung tenda yang menjual Soto Branggahan. 


Silakan pilih warung sesukamu, dan jangan kaget jika soto yang disajikan berukuran mini. Berbeda dengan soto yang biasanya. Tak hanya ukuran, rasa yang disajikan pun berbeda dari olahan soto lainnya. Tips, jangan ragu untuk bilang ke penjual "Pak, nambah dua mangkok lagi".

3. Soto Ayam Podjok


Empat Generasi. Ya empat, Ibu Raharjo merupakan generasi keempat penerus kelezatan Soto Ajam Podjok yang sudah berdiri sejak tahun 1926. 
Suasana khas zaman kemerdekaan masih melekat di Depot ini. Arsitektur bangunan, layout warung, bangku panjang, bahkan sampai perintilan-perintilan seperti kaleng kerupuk dan pajangan dinding seolah membawa kita ke masa lalu. 

Sotonya yang khas dengan kuah bening, suwiran ayam kampung. Sebenarnya tak ubahnya soto pada umumnya, namun rasanya jauh berbeda, sedap. Yang unik di warung Soto Ayam Podjok ini adalah tahu gorengnya. Tahu yang digoreng menggunakan lemak ayam menambah gurih dan nikmat rasanya. 




4. Pecel Tumpang Jalan Doho



Capek dan lapar setelah silaturahmi ke sanak saudara? Habiskan malammu di Jalan Doho Kediri. Sajian Pecel Tumpang Jalan Doho siap untuk disantap hingga pagi. Berjejer menghiasi trotoar dan emperan toko sepanjang Jalan Doho, penjaja kuliner ini setia menunggu pelangganya mampir untuk sekadar makan seporsi Nasi Pecel, Nasi Tumpang, atau Nasi Pecel Tumpang. 

Dengan Rp6.000,00 kita sudah dapat menikmati seporsi hidangan lezat ini. Jika kurang puas dengan lauk tahu, tempe dan rempeyek, bisa juga menambah lauk seperti sate usus, sate telur puyuh, telur dadar, atau ayam goreng, semua ada. Nasi Pecel Tumpang Jalan Doho dihidangkan dalam wadah pincuk, yaitu daun pisang yang dibentuk mengerucut sehingga dapat di pegang dengan nyaman ditangan. 


5. Nasi Goreng Anglo


A post shared by Mukhtarom Ali Rakhman (@mukhtaromalirakhman) on

Ciri khas Nasi Goreng Anglo dari Kediri adalah cara memasaknya yang tidak menggunakan kompor, melainkan menggunakan arang yang dibakar di dalam anglo atau tungku tanah liat. Menurut penikmat kuliner ini, nasi goreng yang dimasak di anglo memiliki rasa yang lebih sedap dan aromanya yang memikat. Ciri lainya adalah warna gerobak yang seragam, Putih, dengan ayam utuh siap suwir yang digantung di etalase kacanya. 

6. Sate Bekicot





Jika di perancis kita menemui Escargot, maka di Kediri, Jawa Timur, kita akan menemukan Sate Bekicot. Hewan kecil dan lucu yang sering kita jumpai disemak semak juga pepohonan ini bisa diolah menjadi sajian yang sedap dan menggugah selera. Daging bekicot yang mengandung protein yang tinggi dipercaya dapat memberikan tenaga yang ekstra.


Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri merupakan sentra olahan Sate Bekicot. Tak hanya sate, tongseng bekicot dan keripik pun tak luput menjadi olahan hewan lucu ini. 

Dengan Rp10.000,00 kita sudah mendapatkan satu porsi yang berisi 20 tusuk sate bekicot. Atau Rp20.000,00 untuk 50 tusuk sate. 


7. Pecel Punten "Mbenjeng Mriki Maleh Nggih"



A post shared by ninagouw (@nina_epicure) on

"Mbenjing Mriki Maleh Nggih" dan langsung dijawab oleh pelanggan "nggiiiih", begitu slogan yang selalu diucapkan oleh Bu Sumiyati dan karyawan penjual Pecel Punten ini, yang memiliki arti "besok kesini lagi ya" dan langsung pula dijawab oleh pelanggan yang pamit pulang "yaaaaa". Unik.


Pecel Punten tidak ubahnya nasi pecel seperti biasa, namun perbedaannya nasi yang menjadi sumber karbohidrat utama diganti dengan "punten" yaitu hidangan yang teksturnya mirip lontong namun bukan lonjong, gurih dan dimasak dengan santan, dan rempeyek diganti dengan kerupuk pasir. 


Namun jangan kaget jika nanti anda akan membayar, anda akan ditagih hingga jutaan rupiah untuk seporsi Pecel Punten nya.